Showing posts with label DESAIG. Show all posts
Showing posts with label DESAIG. Show all posts

Daun Pintu Kayu, bentuk, model, motif, desain, desaig

Daun Pintu Kayu
Pintu Panel

intu kayu ini memiliki jenis panel solid raised. Panel solid raised adalah panel yang memiliki permukaan panel yang lebih berkontur dibandingkan dengan pintu panil flat. Pada Pintu Panel Solid Raised, kami menggunakan panel dari kayu solid 100% yang diprofil / dimoulding, sehingga menciptakan desain klasik sepanjang masa. Untuk mempercantik, dapat ditambahkan lis timbul yang membingkai panil. Desain lis timbulnya juga dipilih yang klasik sehingga menambah kemewahan pintu.

Variasi desain pintu panel solid biasanya pada jumlah panelnya: 6 panel, 5 panel, 4 panel, 3 panel, 2 panel atau bentuk panilnya: kotak atau lengkung. Karena berbahan baku kayu solid, pintu ini memiliki daya tahan yang lama, sehingga cocok digunakan sebagai pintu rumah, baik untuk pintu utama, pintu eksterior, maupun pintu interior untuk ruangan di dalam rumah, terutama untuk rumah bergaya klasik.  


Anda dapat melihat bebrapa contoh produk pintu panil solid dibawah ini. Namun, untuk koleksi desain selengkapnya dapat dilihat di katalog pintu kami. Jika masih belum menemukan yang Anda cari, jangan ragu untuk menghubungi kami. 



         
pintu panil solid raised jati standar profil
Pintu Panil Solid Raised Elegance + Lis Timbul
pintu 3 panil solid raised kamper standar profil
pintu 4 panil solid raised kamper standar profil
Panil Solid Raised: 4 Panil
Panil Solid Raised: 5 Panil
Katalog:
SRP 2A1
Katalog:
SRP 2A1
Katalog:
SRP 3A3
Katalog:
SRP 4A2
Katalog:
SRP 4A5
Katalog:
SRP 5A7
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
Type Panel:
Solid Raised
Lis Timbul
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
           
pintu panil solid raised kamper standar profil
pintu panil solid raised kamper standar profil
Panil Solid Raised: 6 Panil
Panil Solid Raised: 2 Arc Panil
Panil Solid Raised: 3 Panil
Panil Solid Raised: 6 Arc Panil
Katalog:
SRP 5A3
Katalog:
SRP 6A3
Katalog:
SRP 6A5
Katalog:
SRP 2B4
Katalog:
SRP 3B3
Katalog:
SRP 6C1
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
Type Panel:
Solid Raised
Lis Timbul
Type Panel:
Solid Raised
Type Panel:
Solid Raised
Lis Timbul
         
pintu panil solid raised jati standar profil
Pintu Panil Lengkung Merbau
Pintu Panil Lengkung & Kotak
Katalog:
SRP 2A1
Katalog:
SRP 3D1
Katalog:
SRP 5D2
Type Panel:
Solid Raised
Lis Timbul
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil
           
Pintu Panil Ukir Jati
     
Katalog:
SRP 1E1
     
Type Panel:
Solid Raised
Standar Profil + Ukiran
     

sumber : http://www.sari-jati.com/pintu-panel-solid-raised.html

mendesain ruangan dalam bangunan


Prinsip mendesain ruangan dalam bangunan

Sebelumnya perlu kita ketahui kenapa kita harus mengatur ruang-ruang yang ada dalambangunan gedungSebuah bangunan dibuat dalam rangka untuk mengakomodasi segala kegiatan dari penghuni rumah/ bangunan. Kegiatan tersebut bisa jadi merupakan kegiatan bagi manusia, tapi tidak menutup kemungkinan bila kegiatan/ aktivitas tersebut dilakukan atau diperuntukkan bagi hewan, benda mati ataupun  mesin-mesin produksi.
Kegiatan yang berlangsung dalam sebuah bangunan bersifat heterogen, tergantung dari tingakat kerahasiaan, aturan yang berlaku, tingkat kenyamanan dll. Untuk memenuhinya maka ruang-ruang dalam bangunan perlu diatur supaya aktifitas yang berlangsung dalambangunan tersebut dapat berjalan dengan optimal.

Untuk mengatur ruang-ruang dalam bangunan, yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan adalah :


  1. Tentukan jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam bangunan tersebut
  2. Tentukan kebutuhan ukuran ruang yang diperlukan untuk melakukan kegiatan tersebut
  3. Tentukan tingkat hubungan antar ruang.
  4. Tentukan urutan untuk mencapainya.
  5. Tentukan perletakkannya.
  6. Buat gambar denah ruangan.
Keterangan dari rincian di atas adalah :

1. Menentukan jenis kegiatan :

A. Fungsi bangunan rumah tinggal :

  • Ruang Tamu
  • Ruang Duduk
  • Ruang Tidur
  • Ruang Makan
  • Dapur
  • Kamar mandi / WC

B. Fungsi Bangunan, Rental Play Station / warnet

  • Ruang Game / User internet
  • Ruang Kasir
  • Kamar mandi / WC

C. Fungsi Bangunan Rumah Sakit DLL

Jenis Ruangan tersebut dianalisis berdasarkan fungsi global dari bangunan.

2. Menentukan Kebutuhan Ukuran Ruang :

  • Ukuran ruang dapat ditentukan dari ukuran ruang sejenis yang pernah ada sebelumnya. Namun juga bisa dianalisis sendiri berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan.
  • Ukuran ruang tiap individu tidak dapat disamaratakan, tergantung dari berbagai latar belakang pribadi yang menempati ruang tersebut. (misal ukuran kamar mandi akan berbeda-beda tergantung dari selera dan budget yang dimiliki)

3. Menentukan Tingkat Hubungan Antar Ruang.

Tingkat hubungan antar ruang
Tingkat hubungan antar ruang
  • Hubungan antar ruang bisa sangat dekat/ intim, dan bisa juga sangat jauh (terutama jika aktifitas dalam satu ruang mengganggu aktifitas ruang lain)
  • Tingkat hubungan antar ruang tidak pernah tetap (selalu berubah) tergantung dari selera penghuninya.

4. Menentukan Urutan pencapaian ruang 

Agar dapat terjangkau secara optimal, maka perlu ditentukan urutan pencapaian antar ruang yang ada dalam bangunan, urutan ini dapat satu persatu atau dapat juga secara bersamaan.

Urutan pencapaian ruang
Urutan pencapaian ruang

5. Menentukan Lokasi Perletakan Ruang

Berdasarkan bentuk dan ukuran lahan yang akan dibangun, perlu ditetapkan lokasi ruang, penetapannya dengan mempertimbangkan aspek-aspek dari item di atas.

Menentukan lokasi perletakan ruang
Menentukan lokasi perletakan ruang

6. Membuat Denah Ruang

Berdasarkan zona ruang pada lahan, maka dibuatlah denah ruang dengan mempertimbangkan aspek-aspek kenyamanan, estetika, dll.
Denah ruang
Denah ruang

mendesain ruangan dalam bangunan


Prinsip mendesain ruangan dalam bangunan

Sebelumnya perlu kita ketahui kenapa kita harus mengatur ruang-ruang yang ada dalambangunan gedungSebuah bangunan dibuat dalam rangka untuk mengakomodasi segala kegiatan dari penghuni rumah/ bangunan. Kegiatan tersebut bisa jadi merupakan kegiatan bagi manusia, tapi tidak menutup kemungkinan bila kegiatan/ aktivitas tersebut dilakukan atau diperuntukkan bagi hewan, benda mati ataupun  mesin-mesin produksi.
Kegiatan yang berlangsung dalam sebuah bangunan bersifat heterogen, tergantung dari tingakat kerahasiaan, aturan yang berlaku, tingkat kenyamanan dll. Untuk memenuhinya maka ruang-ruang dalam bangunan perlu diatur supaya aktifitas yang berlangsung dalambangunan tersebut dapat berjalan dengan optimal.

Untuk mengatur ruang-ruang dalam bangunan, yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan adalah :


  1. Tentukan jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam bangunan tersebut
  2. Tentukan kebutuhan ukuran ruang yang diperlukan untuk melakukan kegiatan tersebut
  3. Tentukan tingkat hubungan antar ruang.
  4. Tentukan urutan untuk mencapainya.
  5. Tentukan perletakkannya.
  6. Buat gambar denah ruangan.
Keterangan dari rincian di atas adalah :

1. Menentukan jenis kegiatan :

A. Fungsi bangunan rumah tinggal :

  • Ruang Tamu
  • Ruang Duduk
  • Ruang Tidur
  • Ruang Makan
  • Dapur
  • Kamar mandi / WC

B. Fungsi Bangunan, Rental Play Station / warnet

  • Ruang Game / User internet
  • Ruang Kasir
  • Kamar mandi / WC

C. Fungsi Bangunan Rumah Sakit DLL

Jenis Ruangan tersebut dianalisis berdasarkan fungsi global dari bangunan.

2. Menentukan Kebutuhan Ukuran Ruang :

  • Ukuran ruang dapat ditentukan dari ukuran ruang sejenis yang pernah ada sebelumnya. Namun juga bisa dianalisis sendiri berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan.
  • Ukuran ruang tiap individu tidak dapat disamaratakan, tergantung dari berbagai latar belakang pribadi yang menempati ruang tersebut. (misal ukuran kamar mandi akan berbeda-beda tergantung dari selera dan budget yang dimiliki)

3. Menentukan Tingkat Hubungan Antar Ruang.

Tingkat hubungan antar ruang
Tingkat hubungan antar ruang
  • Hubungan antar ruang bisa sangat dekat/ intim, dan bisa juga sangat jauh (terutama jika aktifitas dalam satu ruang mengganggu aktifitas ruang lain)
  • Tingkat hubungan antar ruang tidak pernah tetap (selalu berubah) tergantung dari selera penghuninya.

4. Menentukan Urutan pencapaian ruang 

Agar dapat terjangkau secara optimal, maka perlu ditentukan urutan pencapaian antar ruang yang ada dalam bangunan, urutan ini dapat satu persatu atau dapat juga secara bersamaan.

Urutan pencapaian ruang
Urutan pencapaian ruang

5. Menentukan Lokasi Perletakan Ruang

Berdasarkan bentuk dan ukuran lahan yang akan dibangun, perlu ditetapkan lokasi ruang, penetapannya dengan mempertimbangkan aspek-aspek dari item di atas.

Menentukan lokasi perletakan ruang
Menentukan lokasi perletakan ruang

6. Membuat Denah Ruang

Berdasarkan zona ruang pada lahan, maka dibuatlah denah ruang dengan mempertimbangkan aspek-aspek kenyamanan, estetika, dll.
Denah ruang
Denah ruang

Search This Blog